Bagaimana dengan blog ini??

Selasa, 12 Juni 2012

MAKALAH ASAM URAT



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Kami menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dari isi maupun penulisannya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan semua pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

                                                                                           Gombong, 18 Oktober, 2011

                                                                                                          Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asam urat sudah lama menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut "penyakit para raja" karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak. Kini, asam urat bisa menimpa siapa saja, yaitu para penggemar makanan enak.
Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan jamu/obat tradisional. Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium. Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti selsel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) ataupun hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil  akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu  komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.   Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan  dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni  makanan dari tanaman (sayur, buah, kacangkacangan) atau pun hewan. Jadi asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi yang merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.
Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin juga dapat meningkatkan asam urat. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.



B. Perjalanan penyakit asam urat (gout) ada 3 tahapan, yaitu :
1.            Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut.
Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 – 7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau terkena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.
2.            Tahap kedua disebut  sebagai tahap artritis  gout akut intermiten.  
Ditandai dengan serangan  artritis yang khas.  Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan  berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak maka menimbulkan nyeri yang berkepanjangan.
3.            Tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronik bertofus  
Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih.  Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering  meradang yang disebut sebagai tofus. Tofus ini berupa benjolan keras yang  berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium  urat.   Tofus ini akan mengakibatkan  kerusakan pada sendi dan tulang di  sekitarnya. Tofus pada kaki bila  ukurannya besar dan banyak akan  mengakibatkan penderita tidak  dapat menggunakan sepatu lagi.
C. Macam-Macam Asam Urat
1.      Penyakit gout primer  penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
2.      Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi.



D. Ciri – ciri Asam Urat
Kriteria diagnostik untuk asam urat adalah:
  1. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.
  2. Thopus terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.
  3. Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut
  4. Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari
  5. Oligoarthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4 )
  6. Kemerahan di sekitar sendi yang meradang
  7. Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau membengkak
  8. Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama
  9. Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki)
  10. Tophus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular (tulang rawan sendi) dan kapsula sendi
  11. Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL)
  12. Pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja)
  13. Serangan arthritis akut berhenti secara menyeluruh.
E.         Makanan yang Berhubungan Dengan Asam Urat
ü  Makanan yang  harus dihindari atau dikurangi jumlahnya :
a.       minuman fermentasi dan mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, dan tuak.



b.      Juga jangan sentuh sama sekali yang namanya makanan laut udang, remis, tiram, kepiting
          
( Tumis Udang )                                       ( Kepiting Saus Tiram )
c.       berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden,kornet sapi.
                
( Kentang Isi Sarden )                                            ( Perkedel Kornet )
d.      Berbagai jeroan seperti hati, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus.
( Sate Ayam Jeroan )                                       ( Soto Ayam )
e.       buah-buahan tertentu seperti durian, alpokat dan es kelapa.
              
( Es Alpukat )                                             ( Kolak Labu Durian )
ü  Sedangkan makanan yang harus Anda kurangi asupannya dalam arti dalam porsi sedikit masih bisa Anda makan, yaitu :
a.       ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi,
      
( Soto Bangkong dari ikan dan daging sapi )                             ( Ayam Goreng )



b.      tempe, emping, kacang, oncom
           
( Kering Emping Tempe Rebon )                              (Sayur Kacang Panjang )
c.       beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge.
              
(Rujak Cingur terdiri dari tauge dan kangkung)   (Gado-gado terdiri dari brokoli dan bayam)



ü  Bahan makanan yang diperbolehkan adalah:
1.      Bahan Makanan Sumber HA: semua jenis bahan makanan pokok dapat dikonsumsi dengan jumlah seimbang menurut kebutuhan masing-masing. Makanan pokok terdiri atas bijian dan umbi, termasuk produk olahannya seperti mi atau bihun.
                   
( Nasi Putih )                                                   ( Tiwul )
2.      Bahan Makanan Sumber Protein:
- susu dan hasil olahannya, keju, telur,
- daging, ayam, ikan (maksimal 50 gram/hari)
- kacang-kacangan kering maksimal 25 gram/hari atau tahu/tempe 50 gram/hari
 
( Balado Telur )



3.      Bahan Makanan Sumber Vitamin-Mineral:
- semua jenis buah-buahan
- semua jenis sayuran kecuali bayam, buncis, kembang kol, kacang polong, jamur, asparagus, yaitu maksimal 50 g/hari.
 
( Gulai Daun Singkong )
4. Minuman: semua minuman kecuali yang mengandung alcohol.
5. Bumbu: semua bumbu kecuali ragi.
F. Pengobatan
  1. Obat Traditional Asam Urat :
1.      Sirsak dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari
2.      Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air kemudian diminum pagi dan sore
3.      Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
4.      Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hangat -/ 50 cc dan diminum selama 1 minggu pagi bangun tidur dan kalau mau tidur malam.
5.      Kentang mentah dan apel malang di juice.



B.     Diet bagi penderita asam urat
Penyakit asam urat memang sangat erat kaitannya dengan pola makan seseorang. Pola makan yang tidak seimbang dengan jumlah protein yang sangat tinggi merupakan penyebab penyakit ini. Meskipun demikian, bukan berarti penderita asam urat tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung protein. Asalkan jumlahnya dibatasi, ya tidak masalah. Selain itu, pengaturan diet yang tepat bagi penderita asam urat mampu mengontrol kadar asam dan urat dalam darah. Penderita asam urat tinggi, memang harus hati-hati terhadap makanan. Diet yang dilakukan, harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).
2.      Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat.
3.      Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari.
4.      Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.



5.      Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.
6.      Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
7.      Tanpa Alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
C.    Prinsip Diet
Diet hiperurisemia pertama-tama harus mengikuti dahulu prinsip umum diet gizi seimbang seperti yang dikemukakan dalam Pedoman Empat-Sehat Lima-Sempurna dan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Selanjutnya diet tersebut mengacu pada lima pedoman yang disyaratkan dalam diet rendah purin: (1) pembatasan bahan makanan yang tinggi purin; (2) alkalinisasi urin untuk memudahkan ekskresi asam urat (3) peningkatan asupan cairan; (4) penurunan berat badan pada pasien dengan kegemukan; dan (5) penghindaran alkohol.




BAB III
KESIMPULAN
Penyakit asam urat pada beberapa waktu lalu memang cenderung menyerang usia senja. Namun kini banyak kasus ditemui pria maupun wanita berusia 20 tahunan pun banyak yang menderita penyakit ini. Setelah diteliti, pola makan memegang peranan utama disusul oleh kebiasaan hidup tanpa olahraga. Sayang kan jika usia baru menjelang 40 tahun namun Anda sudah mengalami kekakuan sendi dan harus puas hanya duduk di kursi goyang sepanjang hari. Menyangkut pola makan, sebaiknya Anda mengenali makanan yang harus dihindari dan makanan yang harus dikurangi agar kadar asam urat dalam tubuh tidak kelewat batas. Antara lain yang harus dihindari sama sekali adalah berbagai macam minuman fermentasi dan mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, dan tuak. Juga jangan sentuh sama sekali yang namanya makanan laut udang, remis, tiram, kepiting, berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, berbagai jeroan seperti hati, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus, dan buah-buahan tertentu seperti durian, alpokat dan es kelapa. Sedangkan makanan yang harus Anda kurangi asupannya dalam arti dalam porsi sedikit masih bisa Anda makan, yaitu ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi, tempe, emping, kacang, oncom, beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge.
Kadar asam urat yang normal dalam darah adalah 7 mg%, jika lebih dari itu maka Anda harus benar-benar diet berbagai jenis makanan yang telah disebutkan merangsang asam urat dalam darah. Bukan saja kekakuan sendi yang akan Anda derita namun juga kemungkinan penyakit lain seperti batu ginjal, kerusakan ginjal, dan tekanan darah tinggi. Jadi asam urat adalah hasil metabolisme tubuh oleh salah satu unsur protein, zat puri dan ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadarnya dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Tujuan utama pengobatan asm urat adalah mengobati serangan akutsecara baik dan benar, mencegah serangan ulangan artritis gout akut, mencegahkelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat, mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah, serta mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.




DAFTAR PUSTAKA

ü  Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.Price. Sylvia A & Lorraine M. Wilson. 1995.Patofisiologi Konsep KlinisProses-Proses Penyakit.
ü  Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.Vitahealth. 2005.Asam Urat. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
ü  Hensen dan Tjokorda R. 2007. Hubungan konsumsi Purin dengan Hipersemia Pada Suku Bali di daerah Pariwisata Pedesaan.
ü  http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/4%282%29.pdf. diakses tanggal 17 Maret 2011.




MAKALAH 
NUTRISI PADA KLIEN ASAM URAT

Logo Warna Umum.jpg






Disusun Oleh :
1.      Dian Ratna Ningrum                                (A01001346)
2.      Aldo Sugiharto                                        (A01001347)
3.      Restiana Setyorini                                                (A01001355)
4.      Prima Adi Sulistiyono                              (A01001363)
5.      Putri Balkis                                               (A01001365)
6.      Hardiani Dwi Restuningsih                      (A01001378)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
PRODI D III KEPERAWATAN
TAHUN 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar